Oleh:
Asriyatus Syaniah
Seorang pemimpin hendaknya menjadi panutan bagi para bawahan
atau masyarakatnya. Maka segala hal perbuatan seorang peminpin harus senantiasa
diperhatikan. Karena seluruh tanggung jawabnya harus dipertanggung jawabkan
ketika masa jabatannya berakhir dalam LPJ (Laporan pertanggung jawaban), bahkan
pertanggung jawab di akhirat pula.
Namun realita hari ini sudah banyak para kepala daerah yang
terjerat kasus korupsi. Sehingga integritas kepemimpinan di Indonesia dari
waktu ke waktu semakin menurun. Sehingga hal ini meresahkan kehidupan
masyarakat dan negara. Padahal telah berbagai cara dan berbagai pihak telah
berupaya untuk meminimalisir terjadinya kasusu korupsi.
Dalam ajaran Islam telah memberikan berbagai solusi terbaik
dalam upaya pencegahan tindak korupsi. Dalam Islam, tindak korupsi merupakan
salah satu bentuk dari kemungkaran yang harus segera dihentikan. Jika tidak
dihentikan, tindak korupsi akan merusak tatanan kehidupan, bahkan dapat
menghancurkan bangsa berkeping-keping.
Salah satu
diantara banyaknya upaya mencegah korupsi yakni, hendaklah seorang pemimpin
memiliki niat yang lurus dan tulus untuk senantiasa mensejahterakan lingkungan
dan masyarakatnya. Serta visi dan misi yang pasti untuk digapai. Dengan seperti
itu seorang pemimpin akan tetap konsisten dalam menggapai tujuannya dengan
cara-cara yang tidak menyimpang, baik secara moral maupun agama.
Untuk karenya
harus lebih banyak lagi changer kerohanian kepada masarakat Indonesia. Agar
kesadaran masyarakat akan hal-hal yang menyimpang itu semakin meningkat. Hal
ini dapat ditanamkan dari sejak usia dini di lingkungan keluarga, serta
dikembangkan dalam berbagai aktifitas bagiberbagai lapisan usia. Sehingga kerja
sama semua pihak mulai dari kelurga hingga pemerintahan sangat lah diperlukan
dalam upaya pencegahan korupsi ini

Tidak ada komentar:
Posting Komentar