Rabu, 03 Januari 2018

mahasiswa produktif



Membuka Hati Dan Pikiran
Oleh: Asriyatus Syaniah
Aksi penolakan Ustad Abdul Somad LC.  Di Bali sangat mempengaruhi akan kesatuan dan perdamaian Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Apalagi kasus ini menyangkut pihak yang beragama islam. Dimana telah kita ketahui ketika berurusan dengan seorang muslim yang berpengaruh di Indonesia maka muslim yang lainnya tidak akan tinggal diam begitu saja. 
Masyarakat Bali menolak akan kehadiran Ustad Somad untuk berdakwah di Bali itu beralasan karena mereka tidak setuju dengan dakwahnya Ustad Somad yang intoleran. Sehingga aparat pemerintah dan ormas setempat takut pemikiran masyarakat Bali akan menjadi radikalisme. Malah dengan aksi ini lah mereka yang memperlihatkan keintolerannya di NKRI ini yang menjujung tinggi akan ketoleransinya sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.
Selain itu, masyarkat Bali disana belum bisa membuka lebar hati dan pikiran mereka. Mereka menutup akan pendapat-pendapat Ustad Somad sendiri. Mereka tidak menerima isi dakwahnya Ustad Somad mengenai tanda ambulance yang menyerupai salib. Hal itu lah yang dianggap mereka bahwa Ustad Somad itu Intoleran atau anti NKRI.
Namun begitu, setelah adanya banding masyarakat Bali menerima Ustad Somad untuk berdakwah di Bali. Olehkarena hal itu kita harus di minimalisir dengan senantiasa membuka hati dan pikiran dalam menghadapi suatu perkara.
Mahasiswi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) semester 3 Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung

Tidak ada komentar:

Posting Komentar