Oleh: Asriyatus Syaniah
Aksi penolakan Ustad Abdul Somad LC. Di Bali sangat mempengaruhi akan kesatuan dan
perdamaian Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Apalagi kasus ini
menyangkut pihak yang beragama islam. Dimana telah kita ketahui ketika
berurusan dengan seorang muslim yang berpengaruh di Indonesia maka muslim yang
lainnya tidak akan tinggal diam begitu saja.
Masyarakat Bali menolak akan kehadiran Ustad Somad untuk berdakwah
di Bali itu beralasan karena mereka tidak setuju dengan dakwahnya Ustad Somad
yang intoleran. Sehingga aparat pemerintah dan ormas setempat takut pemikiran
masyarakat Bali akan menjadi radikalisme. Malah dengan aksi ini lah mereka yang
memperlihatkan keintolerannya di NKRI ini yang menjujung tinggi akan
ketoleransinya sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.
Selain itu, masyarkat Bali disana belum bisa membuka lebar hati dan
pikiran mereka. Mereka menutup akan pendapat-pendapat Ustad Somad sendiri.
Mereka tidak menerima isi dakwahnya Ustad Somad mengenai tanda ambulance yang
menyerupai salib. Hal itu lah yang dianggap mereka bahwa Ustad Somad itu
Intoleran atau anti NKRI.
Namun begitu, setelah adanya banding masyarakat Bali menerima Ustad
Somad untuk berdakwah di Bali. Olehkarena hal itu kita harus di minimalisir
dengan senantiasa membuka hati dan pikiran dalam menghadapi suatu perkara.
Mahasiswi
Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) semester 3 Universitas Islam Negeri Sunan
Gunung Djati Bandung

Tidak ada komentar:
Posting Komentar