Ustadz Doni:
Lagi-lagi Ini Politisi
Dakwahpos.com,
Bandung- “Pribumi itu fakta. Namun kalimat pribumi yang
dilontarkn Gubernur Anis telah digoreng dengan minyak politik. Megawati pernah
dalam pidatonya ngomong masalah pribumi, ngga masalah dan tidak ada masalah,
begitupun dengan Jokowi pernah dalam pidatonya memakai kalimat pribumi, tidak
ada seorangpun yang mempermasalahkannya. Nah knapa pidatonya gubernur Jakarta
baru menjadi polemik? Lagi-lagi ini politisasi. Inilah indobesia” tutur Ustadz
Doni, Jumat 27 Oktober 2017 kepada dakwahpos.com
Anies
mengatakan, Jakarta adalah kota yang paling merasakan penjajahan. Warga Ibu
Kota menyaksikan langsung orang Belanda yang menjajah Indonesia. Hal ini tentu
berbeda dengan mereka yang berada di daerah. Meski tahu adanya penjajahan di
Indonesia, kata dia, tapi yang langsung menyaksikan adalah warga Jakarta.
Anies
bukan orang yang pertama berbicara menggunakan istilan pribumi. Ketua Umum PDIP
Megawati Sukarno Putri dalam pengukuhan guru besar di Universitas Negeri Padang
juga menggunakan istilah pribumi. Namun tidak ada yang mempersoalkan pidato
Mega tersebut. Hampir serupa dengan Anies, Mega juga menggunakan kata pribumi
untuk menunjukkan penindasan di masa lalu.
Adapun
sepenggal pidato Megawati:
Politik etis atau politik balas budi
dimulai pada tahun 1901, yang seolah membuka akses pendidikan bagi rakyat pribumi.
Dulu kita dipangglnyanya pribumi. Padahal,
maksud politik yang sebenarnya adalah agar kolonialisme tetap bertahan, dengan
diperkuat oleh tenaga cakap pribumi yang dibayar dengan murah. Pada waktu itu
mereka disebut antek.
Reporter:
Asriyatus Syaniah KPI/3A

Tidak ada komentar:
Posting Komentar