Rabu, 03 Januari 2018

mahasiswa produktif



Ustadz Doni: Lagi-lagi Ini Politisi
 
Dakwahpos.com, Bandung- “Pribumi itu fakta. Namun kalimat pribumi yang dilontarkn Gubernur Anis telah digoreng dengan minyak politik. Megawati pernah dalam pidatonya ngomong masalah pribumi, ngga masalah dan tidak ada masalah, begitupun dengan Jokowi pernah dalam pidatonya memakai kalimat pribumi, tidak ada seorangpun yang mempermasalahkannya. Nah knapa pidatonya gubernur Jakarta baru menjadi polemik? Lagi-lagi ini politisasi. Inilah indobesia” tutur Ustadz Doni, Jumat 27 Oktober 2017 kepada dakwahpos.com
Anies mengatakan, Jakarta adalah kota yang paling merasakan penjajahan. Warga Ibu Kota menyaksikan langsung orang Belanda yang menjajah Indonesia. Hal ini tentu berbeda dengan mereka yang berada di daerah. Meski tahu adanya penjajahan di Indonesia, kata dia, tapi yang langsung menyaksikan adalah warga Jakarta.
Anies bukan orang yang pertama berbicara menggunakan istilan pribumi. Ketua Umum PDIP Megawati Sukarno Putri dalam pengukuhan guru besar di Universitas Negeri Padang juga menggunakan istilah pribumi. Namun tidak ada yang mempersoalkan pidato Mega tersebut. Hampir serupa dengan Anies, Mega juga menggunakan kata pribumi untuk menunjukkan penindasan di masa lalu.
Adapun sepenggal pidato Megawati:
 Politik etis atau politik balas budi dimulai pada tahun 1901, yang seolah membuka akses pendidikan bagi rakyat pribumi. Dulu kita dipangglnyanya pribumi. Padahal, maksud politik yang sebenarnya adalah agar kolonialisme tetap bertahan, dengan diperkuat oleh tenaga cakap pribumi yang dibayar dengan murah. Pada waktu itu mereka disebut antek.

Reporter: Asriyatus Syaniah KPI/3A

Tidak ada komentar:

Posting Komentar